Feed posts sangat underperform (6.1% reach). Fokus pada konten visual yang menarik, carousel posts, dan timing optimal berdasarkan data audiens yang paling aktif pada 12:00-21:00.
Reach ratio 2.27x sangat rendah. Gunakan hashtag strategis, lokasi tags, kolaborasi dengan akun lokal Tasikmalaya, dan cross-promotion untuk menjangkau audiens baru.
Reels memiliki engagement rate tertinggi (59.8%). Tingkatkan frekuensi dan kualitas reels, gunakan trending audio, dan fokus pada konten edukatif/entertaining sesuai demografi 35-44 tahun.
Stories sangat efektif (63.8% reach). Gunakan fitur interaktif (polls, questions, quiz), behind-the-scenes content, dan posting konsisten pada jam aktif audiens.
44.3% pengikut dari Tasikmalaya. Buat konten yang relevan dengan komunitas lokal, event daerah, dan kolaborasi dengan business/influencer lokal untuk organic growth.
Comment rate sangat rendah (1.61%). Buat konten yang memancing diskusi, ajukan pertanyaan di caption, dan aktif respond comment untuk meningkatkan algoritma visibility.
Ratio followers:following (0.53) perlu diperbaiki. Evaluasi akun yang di-follow, unfollow yang tidak relevan, dan fokus pada organic follower growth untuk mencapai ratio ideal 1:1 atau lebih baik.